Tapi mas pada foto saya tidak salah, karena kereta sedang kosong jadi siapa saja boleh duduk disitu. Saya pun duduk didepannya dan memang tempat duduk didekat bordes itu adalah tempat favorit saya.
Tapi mas pada foto saya tidak salah, karena kereta sedang kosong jadi siapa saja boleh duduk disitu. Saya pun duduk didepannya dan memang tempat duduk didekat bordes itu adalah tempat favorit saya.
Pengelola kereta komuter terus berbenah, januari akhir ini mereka menerapkan e-ticket untuk pengguna kereta. Oh jadi ini rupanya jawaban dari mesin-mesin yang selama ini hanya dipajang diperon.
Akhir tahun lalu pengelola kereta komuter memberlakukan jadwal loopline, sekarang akan menerapkan e-ticket. Saya sih senang aja kalo pengelola terus berbenah seperti ini, meskipun belum tahu persis bagaimana prakteknya.
Setidaknya bulan depan saya akan punya kartu keren yang bisa saya pamerankan ke khalayak. Asyik!
Saya baru ngeh ternyata disetiap stasiun terapasang kamera pengintai, ya tentunya berfungsi untuk memonitor calon penumpang di peron. Kalau saja ada tindak kejahatan atau hal-hal yang membahayakan calon penumpang.
Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya lokomotif memiliki 2 bogie masing-masing 3 gandar atau 6 gandar penggerak dengan 6 motor traksi, sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan. Makanya Lokomotif CC201 hampir terdapat di semua dipo induk. Nah yang saya jepret itu dari dipo JNG maksudnya Jatinegara
Eh kok tau soal lokomotif? Ya baca di wikipedia tho ya.
Dia kawan baik saya, kemarin dia sedang bertugas jaga tiket di peron stasiun jurang mangu. Di peron sembari memeriksa tiket saya, dia berseloroh "Bos bagi rokok dong bos", saya jawab "Gak ada gue, gue kan udah kagak ngerokok". Lalu dia membalas "Lagian sik pake sakit segala" dan saya hanya tertawa.